:: dengan memahami sejarah kita dapat bertindak lebih bijak :: :: AJINING DIRI ANA ING KEDALING LATHI, AJINING RAGA ANA ING TATA BUSANA ::

Senin, 14 November 2011

Sintak (Urutan Langkah Pembelajaran) beberapa Model Pembelajaran


Model : STAD (Student Teams Achievment Division)
  1. Mengarahkan siswa untuk bergabung ke dalam kelompok;
  2. Membuat kelompok heterogen (4-5 orang);
  3. Mendiskusikan bahan belajar atau LKS secara kolaboratif;
  4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok;
  5. Mengadakan kuis individual dan membuat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok;
  6. Mengumumkan rekor tim dan individual;
  7. Memberikan penghargaan.
Model : NHT (Numbered Head Together)
  1. Mengarahkan siswa;
  2. Membuat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu;
  3. Memberikan persoalan materi bahan ajar yang akan dikerjakan secara kolaboratif kepada kelompok siswa. Tiap kelompok mendapat tugas sama tetapi tiap siswa tidak sama dalam jenis tugas yang diterimanya. Penugasan atau persoalan yang diberikan kepada siswa disesuaikan dengan nomor siswa. Setiap siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama;
  4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas;
  5. Mengadakan kuis individual dan membuat skor perkembangan siswa;
  6. Mengumumkan hasil kuis dan memberikan penghargaan.
Model : JIGSAW
  1. Pengarahan dan informasi bahan ajar yang akan dipelajari;
  2. Membentuk kelompok pangkalan yang heterogen, beranggotakan 4-6 siswa;
  3. Memberikan tugas atau LKS yang terdiri atas beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok;
  4. Tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu, bahan belajar tiap kelompok adalah sama;
  5. Membentuk kelompok ahli yang berasal dari anggota kelompok pangkalan sesuai bagian bahan belajar tiap kelompok sehingga terjadi kerja sama dan diskusi;
  6. Anggota kelompok ahli kembali ke kelompok pangkalan dan melakukan pertukaran informasi kepada anggota kelompok lainnya.
  7. Penyimpulan, evaluasi, dan refleksi.
Model : TPS (Think Pairs Share)
  1. Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok.
  2. Setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri (Think).
  3. Siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelompok dan berdiskusi dengan pasangannya (Pairs).
  4. Kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat. Siswa mempunyai kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya kepada kelompok berempat.
  5. Perwakilan kelompok berempat berbagi hasil pekerjaan dengan kelompok lainnya, dengan cara menyajikannya di depan kelas (Share).
  6. Guru memberikan reward atas hasil kerja siswa
Model : GI (Group Investigation)
  1. Pengarahan guru tentang topik pembelajaran;
  2. Pembentukan kelompok heterogen dengan orientasi tugas;
  3. Perencanaan pelaksanaan investigasi;
  4. Tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu ( kegiatan investigasi sebaiknya dilakukan di luar kelas, misalnya mengukur tinggi pohon, mendata jumlah dan jenis kendaraan di sekolah, mendata jenis dagangan dan keuntungan di warung sekolah, jenis ekstrakurikuler dan kesertaan siswa dalam ekstrakurikuler di sekolah);
  5. Pengolahan data, penyajian data hasil investigasi;
  6. Presentasi hasil akhir investigasi kelompok;
  7. Evaluasi dan refleksi.
Model : CTL (Contextual Teaching and Learning)
  1. Modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi – tujuan, pengarahan – petunjuk, rambu-rambu, contoh);
  2. Questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi);
  3. Learning community (seluruh siswa berpartisipati dalam belajar kelompok dan individual, otok berpikir dan tangan bekerja, mengerjakan berbagai kegiatan dan percobaan);
  4. Inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, generalisasi, menemukan);
  5. Constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis);
  6. Reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut);
  7. Authentic assessment (penilaian selama proses dan seusai pembelajaran harus dilakukan secara objektif dan dilakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang benar-benar mewakili kompetensi siswa).
Model : TAI (Team Assisted Individualy) = Bidak (Bantuan individual dalam kelompok)
  1. Buat kelompok heterogen;
  2. Berikan bahan ajar berupa modul;
  3. Siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok , saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi;
  4. Penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.
Model : PBI (Problem Based instruction)
  1. Guru mempresentasikan permasalahan yang akan dihadapi siswa.
  2. Siswa terstimulasi untuk berusaha menyelesaikan permasalahan di lapangan.
  3. Siswa mengorganisasikan apa yang telah mereka pahami tentang permasalahan dan mencoba mengidentifikasi hal-hal terkait.
  4. Siswa berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak mereka pahami.
  5. Guru mendampingi siswa untuk fokus terhadap pertanyaan yang dianggap penting.
  6. Siswa membagi pengetahuan baru yang mereka peroleh dan mendiskusikannya.
  7. Siswa memperbaiki data, fakta, dan teori berkaitan dengan permasalahan yang dipelajari.
  8. Siswa mentransfer pengetahuan dalam konteks nyata ke dalam pelaporan di kelas.

Artikel yang kemungkinan terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar